Toko Wireless M2M Paling Lengkap dan Berkualitas!



Sort by NameLowest PriceHighest Price
Go to page :
    Sort by NameLowest PriceHighest Price
    Go to page :

    Harga produk toko.kentongan.com bisa ditawar?
    Kami selalu berusaha memberi harga jual terbaik, namun anda tetap bisa mengubungi kami untuk penawaran terbaik, serta perbandingan harga  yang lebih bersaing. Semua untuk pelanggan kentongan.com.

    * Catatan : Harga dan spesifikasi dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.

    " Kala Bedug dan Kentongan Menakutkan Penjajah "

    Peristiwa dipantik pada 13 Desember 1913. Ketika itu, Mandor Tumpang dari Kampung Setu (sekarang Bintara, Bekasi Barat), menampar anggota Sarekat Islam bernama Sinen dan Saimban. Keduanya lantas mengadu kepada anggota Sarekat Islam, Djaja. Mendapat pengaduan, Djaja masuk ke Langgar (Musala) Pak Karim, dan memukul bedug sebagai tanda meminta pertolongan sesama penduduk dan anggota Sarekat Islam. Warga kampung lain yang mendengar bunyi bedug, lantas memukul bedug di Langgar masing. Mereka juga memukul kentongan. Dalam waktu singkat, berdatanganlah sekitar 3.000 orang dari berbagai kampung di Distrik Bekasi ke arah rumah mandor Tumpang.

    Mandor Tumpang telah siap tempur bersama ratusan pengikutnya. Takut terjadi pertumpahan darah, Assisten Residen Meester Cornelis S. Cohen F.Z.N memerintahkan Wedana Bekasi Raden Bachram segera ke lokasi. Cohen juga menelepon Komando Militer Afdeeling Meester Cornelis. Cohen memimpin pasukan dari Meester Cornelis ke Kampung Setu yang berjarak sekitar 20 kilometer. Perkelahian massal pun diredam di bawah ancaman senjata api.

    Cohen memanggil seluruh pejabat Bekasi. Dengan nada marah, dia menginstruksikan patih, kontroleur, dan wedana, agar memerintahkan penduduk membunyikan bedug dan kentongan. Cohen membuat surat perintah bernada amat keras, “Soerat Britaoe” disebarkan kepada penduduk, serta dimuat di beberapa media massa:

    Kita Assisten-Residen Meester Cornelis memberi tahoe kepada semoewa pendoedoek kampoeng, maka tadi pagi kita beri prentah kepada kepala2 dari perkoempoelan Djoemietoel Islam bernama Hadji Ibrahim, Ngeja, Sapat dan Djaijan, maka kita tida trima lagi sekali2 dia bikin soesah pada anak priboemi, seperti soedah kedjadian ini, dilarang kras pada semoea orang poekoel bedoeg dan datang dengan banjak orang ke tempat mana bedoeg kepoekoel.

    Djika ini kita poenja prentah dilanggar jang moekoel bedoeg dihoekoem rol dan orang kepala ampat itoe hendak ditangkap boeat ditahan diboei, soepaja di blakang hari Kandjeng Goevernement bisa poetoes apa maoe kedjadian sama dia.

    Meester Cornelis, 17 December 1913
    De Assisten-Residen
    (Bertanda)
    S. COHEN F.Z.N


    08111086006 (TSEL)
    0818600686 (XL)
    08158886006 (ISAT)
    PIN:
    25DCACF1 (Shop)
    (Shop)
    (Support *)
    (On Duty)
    Mohon maaf, saat ini contact center kami tutup, belanja online 24 jam tetap beroperasi. Hubungi kami kembali saat jam kerja. Pelanggan Platinum silahkan menghubungi Account Relation.